Dunamis Logo
home > knowledge-center > press release > PELUNCURAN PROGRAM DAN BUKU CRUCIAL ACCOUNTABILITY

PELUNCURAN PROGRAM DAN BUKU CRUCIAL ACCOUNTABILITY

Tuesday, 16 December 2014

 

article photo

Oleh : Asri Larasati, Corporate Communications


Jakarta, 16 Desember 2014 - Banyak masalah dalam perusahaan bermula dari akuntabilitas yang diabaikan. Hal ini terungkap dalam seminar "Creating A Culture of Accountability: Excellence, Discipline and Responsiblity."Acara ini merupakan bagian dari peluncuran program Crucial Accountability oleh Dunamis Organization Services pada hari ini Selasa, 16 Desember 2014. Seminar menghadirkan tiga narasumber dari para praktisi Human Resources, yakni PM Susbandono (PT Star Energy), Tun Kelana Jaya (BII Maybank), dan Pramudianto (Indomobil Group).

Crucial Accountability terjadi manakala terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Oleh karena itu dibutuhkan skill sebagai alat untuk membuat akuntabilitas dalam organisasi bisa berjalan dengan baik. Roby Susatyo, Leader of VitalSmart Practice dari Dunamis mengungkapkan bahwa banyak persoalan akuntabilitas bisa diselesaikan apabila kita sudah tahu apa yang menjadi permasalahannya.

Pramudianto mengaku pernah mencari tahu apa itu yang dimaksud dengan akuntabilitas. Menurutnya, "Akuntabilitas itu harus bisa diukur." Tidak hanya sesuatu yang terucapkan, akan tetapi juga apa yang tidak diverbalkan. Ia mengakui, banyak kecelakaan di tempat kerja yang terjadi karena persoalan akuntabilitas. Oleh karena itu, Pramudianto menyarankan untuk membuat standar pelaksanaan kerja yang jelas untuk mengatasi persoalan akuntabilitas.

PM Susbandono menambahkan, sebagai bagian dari dunia perminyakan, ia mencotohkan kasus Lapindo Brantas sebagai contoh akuntabilitas yang gagal. Seandainya operator di lapangan pada waktu itu akuntabel, bencana di Sidoarjo itu bisa dihindari.

Persoalan akuntabilitas amat terkait dengan kebiasaan keragu-keraguan dalam menegur orang lain. PM Susbandono mengaku kaget dengan fakta bahwa rasa ewuh pakewuh (enggan menegur karena tidak ingin ada konfrontasi) ternyata tidak hanya ada di dunia Indonesia. "Ternyata hal itu juga terjadi di dunia Barat," kata praktisi HRD yang juga penulis buku itu.

Sifat yang ingin menghindari konfrontasi itu ternyata berdampak pada persoalan akuntabilitas. Tun Kelana Jaya mencontohkan, banyak persoalan akuntabilitas yang baru terdeteksi di akhir tahun. Saat melihat laporan akhir tahun, barulah para manajer tahu kalau ada rencana yang jauh dari realisasi yang telah dilakukan. Hal ini terjadi karena tidak ada akuntabilitas dalam proses kerjanya.


Crucial Accountability adalah sebuah program pelatihan untuk mengatasi persoalan-persoalan akuntabilitas. Program ini berlandaskan dari penelitian selama 30 tahun terakhir yang dilakukan oleh VitalSmarts.


Tentang Dunamis Organization Services:

Berdiri sejak tahun 1991, Dunamis Organization Services merupakan penyedia jasa professional dengan misi "enable greatness in people and organizations everywhere". Sejak 1992, Dunamis Organization Services menjadi mitra berlisensi dari Franklin Covey Co. (NYSE:FC), sebuah organisasi global yang memberikan jasa pelatihan dan konsultasi yang berada di 147 negara.

Mulai tahun 2012, Dunamis Organization Services juga menjadi mitra berlisensi dari Vital Smarts yang berfokus pada high-leverage skills untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Di Indonesia, klien-klien Dunamis Organization Services meliputi berbagai sektor industri berskala multinasional, nasional hingga pemerintahan. Solusi-solusi Dunamis Organization Services meliputi Leadership & Trust, Productivity & Sales Performance, Execution, VitalSmarts Skills, Organizational Alignment (Diagnostic, Knowledge Management & Corporate Culture), Human Capital System dan Education.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Crucial Accountability, silakan hubungi:

Asri Larasati Suryajaya
Corporate Communications
Dunamis Organization Services
T: 572 0761
Hp: 0812 814 6051
F: 572 0762
E: asri@dunamis.co.id
www.dunamis.co.id