Dunamis Logo
home > knowledge-center > press release > Pertamina, Telkom, dan United Tractor Melaju ke Asia

Pertamina, Telkom, dan United Tractor Melaju ke Asia

Thursday, 13 August 2015

 

article photo

Oleh : Asri Larasati, Corporate Communications


Jakarta, 14 Agustus 2015 - Pertamina, Telkom Indonesia, dan United Tractor terpilih untuk maju mewakili Indonesia dalam ajang Asian Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Award tahun ini. Penghargaan ini adalah ajang paling bergengsi di bidang knowledge management (KM). Tahun ini, tiga perusahaan ini mendapat nilai tertinggi dibandingkan dengan pemenang Indonesian Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Award sehingga mereka berhak mendapat tiket untuk tingkat Asia. Di Financial Hall, Gedung Graha CIMB Niaga, Jakarta, 13 Agustus 2015, sebanyak sembilan perusahaan mendapat penghargaan Indonesian Most Admired Knowledge Award yang diselenggarakan oleh Dunamis Organization Services.

Sembilan Pemenang Tahun Ini
Selain tiga perusahaan tadi, organisasi yang berhasil mendapatkan penghargaan adalah Astra Internasional, Tower Bersama, Universitas Bina Nusantara, Rekayasa Industri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Centra Asia (BCA). Tema MAKE Award tahun ini Winning the Competition in the Creative Economy. Penyeleksian telah dilakukan sejak Februari 2015 dengan melalui beberapa tahap penjurian. Panelis juri terdiri dari praktisi, CEO, dan juga akademisi. Pada tahap pertama, tersaring 39 nominator. Dari 39 organisasi itu kemudian mengerucut menjadi 17 finalis yang melakukan presentasi pada Juni silam.Sejak MAKE Award mulai diselenggarakan di Indonesia, peserta terus bertambah dan bisa menjadi barometer perkembangan Knowledge Management di Indonesia. Maka, pada tahun ini, selain penghargaan utama juga terpilih beberapa organisasi/perusahaan mendapatkan anugerah special recognition, yakni Petrokimia Gresik, FIF, Alfamart, dan Pupuk Kaltim. Lima perusahaan ini menunjukkan peningkatan nilai yang tajam dibandingkan keikutsertaan mereka tahun lalu.

Era Baru dan Kelangkaan Ahli
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika dari Kementerian Informasi dan Komunikasi Bambang Heru Tjahjono mengungkapkan, era sekarang menuntut pemerintah untuk tanggap terhadap laju teknologi yang cepat. Orang-orang kreatif amat dibutuhkan. Robby Susatyo, Chairman of Indonesian MAKE Award mengukuhkan hal ini. "Industri berbasis kreatif lebih sustain," kata Robby. Organisasi atau perusahaan saat ini dituntut untuk bisa mengelola sumberdaya manusia dengan lebih bijaksana. Ia merujuk kepada perhatian UNESCO yang menyebutkan bahwa inovasi pada level individu dan kelompok merupakan kekayaan sebuah negara. "Oleh karena itu, kita harus memiliki ekosistem yang inovatif, dan untuk menumbuhkan ide memerlukan pengetahuan, keterampilan dan individu kreatif," lanjut dia. Ery Punta Hendaswara mengakui betapa sulitnya mencari individu yang mumpuni di era sekarang. Pengalamannya dalam menangani Divisi Digital di PT Telkom membuktikan bahwa banyak yang belum siap. "Banyak yang belum siap dengan pola pikir bisnis," kata Ery.
Telkom memang memiliki divisi yang membantu para inovator muda untuk dibantu. "Funding saja tidak cukup, mereka ternyata belum siap untuk menangani secara lebih profesional,"kata Ery.

Kreativitas untuk Industri Kecil dan Perempuan
Suryani Sidik Motik, Executive Director for WEConnect Indonesia, menambahkan bahwa masa depan industri telah bergeser, termasuk juga dalam hal sosial ekonominya. Dalam diskusi ini, ia mengemukakan data bahwa pasar masa depan potensial adalah remaja, perempuan, dan netizen. Ia menggarisbawahi bahwa 70% pemegang keputusan untuk belanja adalah perempuan. Ironisnya, hal ini berbanding terbalik dengan perhatian pemerintah. "Perempuan hanya mendapatkan 5% dari dana-dana APBD," kata perempuan yang juga menjadi ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) ini.

Dari data yang ia peroleh dari riset di Jawa, Bali, dan Sulawesi; pelaku bisnis sekarang ini banyak yang terdiri dari para perempuan. Proporsi terbanyak adalah di bidang makanan dan minuman. Sayangnya, karena faktor sosial budaya, mereka lemah dalam hal kepemilikan kapital.
Berkaitan dengan industri kelas kecil dan menengah, hal ini bisa tertangani dengan baik di Alfamart. Seperti kita ketahui, minimarket acap dikritik karena sianggap menyingkirkan pedagang kecil. "Kami melihat kritikan itu sebagai tantangan," kata Tri Wasono Sunu, General Manager Human Capital Development Alfamart. Perusahaan besar di bidang ritel ini kemudian meluncurkan program CSR untuk membantu pedagang kecil. Alfamart menyediakan lahan murah untuk UKM.
Berkat inovasi dan keterbukaan ide, program ini terus berkembang dan bahkan terjalin hubungan bisnis. "Yang tadinya CSR justru kemudian menjadi bisnis," lanjutnya. Hal ini dimungkinkan karena ternyata pelaku UKM itu berkembang sehingga cukup untuk membuka toko sendiri. Di sinilah kemudian Alfamart membantu dalam penyediaan produk serta pelatihan.

-------------------oOo---------------------
Tentang MAKE Study
MAKE (Most Admired Knowledge Enterprise) Study pertama kali diadakan adalah pada tahun 1998 oleh Teleos yang bekerjasama dengan KNOW Network. Teleos adalah sebuah badan penelitian mandiri di bidang knowledge management dan intellectual capital. Indonesian Most Admired Knowledge Enterpise (MAKE) Study merupakan studi tentang perusahaan berbasis pengetahuan yang paling dikagumi di Indonesia dan diselenggarakan oleh Dunamis Organization Services sejak tahun 2005. 3 (tiga) pemenang Indonesian MAKE dengan nilai agregat tertinggi akan mewakili Indonesia dalam ajang Asian MAKE.

Tentang Dunamis Organization Services:
Berdiri sejak tahun 1991, Dunamis Organization Services merupakan perusahaan global yang berfokus pada peningkatan kinerja melalui pengembangan sumber daya manusia dan sistem. Dunamis membantu organisasi mencapai hasil dimana perubahan perilaku manusia dibutuhkan. Misi Dunamis adalah "enable greatness in people and organizations everywhere."

Pada tahun 1992, Dunamis Organization Services menjadi mitra berlisensi dari Franklin Covey Co. (NYSE:FC), sebuah organisasi global yang memberikan jasa pelatihan dan konsultasi dalam bidang kepemimpinan, strategi eksekusi dan efektifitas individu yang berada di 147 negara. Mulai tahun 2012, Dunamis Organization Services juga menjadi mitra berlisensi dari Vital Smarts yang berfokus pada high-leverage skills untuk meningkatkan kinerja organisasi. Di Indonesia, klien-klien Dunamis Organization Services meliputi berbagai sektor industri berskala multinasional, nasional hingga pemerintahan. Solusi-solusi Dunamis Organization Services meliputi 7 area yaitu: Leadership & Trust, Productivity & Sales Performance, Execution, VitalSmarts Skills, Organizational Alignment (Diagnostic, Knowledge Management & Corporate Culture), Human Capital System dan Education.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai Indonesian MAKE Study, silakan hubungi:
Asri Larasati Suryajaya
Corporate Communications
Dunamis Organization Services
T: 572 0761
Hp: 0812 814 6051
F: 572 0762
E: asri@dunamis.co.id
www.dunamis.co.id