Dunamis Logo
home > knowledge-center > press release > KINSANI: The 8th Habit Mengajak Insan Indonesia Mengubah Indonesia

KINSANI: The 8th Habit Mengajak Insan Indonesia Mengubah Indonesia

Friday, 26 January 2007

 

article photo

Oleh : Asri Larasati, Corporate Communication Dunamis Organization services


Friday, 26 January 2007 - Jakarta - Program terbaru Dunamis Organization Services, KINSANI: The 8th Habit, diluncurkan hari ini, 26 Januari 2007 di The Sultan Hotel Jakarta. Program yang berlangsung selama 3 hari hingga 28 Januari 2007 ini mengajak Insan Indonesia untuk mengubah Indonesia. Perubahan menuju Indonesia yang lebih baik ini dapat dilakukan oleh setiap Insan Indonesia dengan berkontribusi pada lingkungan sekitarnya.

Beragamnya permasalahan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia yang mencakup politik, ekonomi, sosial, hukum dan sebagainya inilah yang mendasari diselenggarakannya program pelatihan ini. "Dunamis Organization Services sebagai bagian dari komponen bangsa ini, terpanggil untuk memfasilitasi terbangunnya kesadaran insani individu melalui penyelenggaran pelatihan KINSANI: The 8th Habit," kata Nugroho Supangat, Managing Partner Dunamis Organization Services. KINSANI: The 8th Habit merupakan personalisasi dari 7 Kebiasaan (7 Habits of Highly Effective People) yaitu sebuah aplikasi tambahan yang membawa kita dari efektifitas ke keagungan karena dalam kita semua ada panggilan untuk menjalankan kehidupan yang agung dan penuh kontribusi.

Menurut Nugroho, setiap insan merupakan makhluk yang agung. Untuk mengetahui keagungan yang dimiliki, setiap insan perlu menemukan terlebih dahulu "voice" atau suara hatinya dengan menjawab panggilan dan memberikan kontribusi. Inilah jalan awal bagi setiap insan untuk menuju keagungan.

"Program KEAGUNGAN INSANI: The 8th Habit ini dapat diikuti oleh setiap Insan Indonesia yang melihat adanya permasalahan dilingkungan sekitarnya dan menginginkan terjadinya perubahan," kata Nugroho. Setiap peserta akan menggali potensi yang dimilikinya, menelusuri Anugerah Insani mereka sehingga dapat berkontribusi bagi sekitarnya sesuai dengan talenta/ketertarikan yang dimiliki. Selain itu para peserta dapat bertemu dan menjalin hubungan dengan rekan lain yang memiliki ketertarikan/ talenta yang sama dalam mendorong perubahan.

Dalam pelatihan ini, setiap peserta akan diajak untuk melihat dan memahami berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Setelah itu akan ditunjukkan bagaimana memanfaatkan Anugerah Insani yang kita miliki (Pilihan, Prinsip serta 4 Kecerdasan yi Emotional Quotient, Intellegence Quotient, Spiritual Quotient dan Physical Quotient) yang dimiliki untuk berkontribusi memecahkan tantangan yang dihadapi bangsa ini. Setiap peserta akan diajak menemukan suara hatinya dengan cara yang sesederhana mungkin serta melakukan sesuatu yang bisa segera ditindaklanjuti sesudahnya. Nugroho menyebutkan, "bagi para professional yang ingin menemukan "voice" atau suara hati dapat dengan mudah melakukannya bahkan bisa berkontribusi untuk mengubah Indonesia tanpa harus meninggalkan pekerjaannya."

Nugroho menambahkan, Dunamis juga akan menindaklanjuti kesadaran yang terbangun selama pelatihan berlangsung dalam bentuk pelembagaan secara sistematis sehingga kemudian akan dikondisikan terciptanya jejaring (networking) yang akan menjaga kesinambungan usaha swadaya sosial di berbagai penjuru negeri ini melalui Jejaring Kinsani. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Mahatma Gandhi, " the difference between what we are doing and what we're capable of doing would solve most of the world's problems".

Program KINSANI: The 8th Habit akan menghadirkan pula tokoh dan contoh Insan Indonesia yang telah berkontribusi mengubah Indonesia. Ditengah perdebatan sulitnya mencari pemimpin yang patut menjadi suri tauladan di negeri ini, para Insan Indonesia yang menjadi contoh ini berbuat sesuatu tanpa banyak bersuara di seluruh penjuru negeri ini. Semuanya berbuat dengan satu tujuan mulia, menjadikan potensi apa yang ada di dalam pengaruh mereka membawa manfaat bagi sesama manusia. "Mereka-lah para Pemimpin Tanpa Jabatan," tambah Nugroho. Mereka berkontribusi mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik dengan kemampuan yang mereka miliki. Dari contoh-contoh yang ditampilkan tersebut, diharapkan para peserta KINSANI: The 8th Habit akan mengubah cara pandang mereka mengenai makna kontribusi dan mulai menyadari bahwa setiap Insan Indonesia dapat mulai berperilaku agung mengubah Indonesia agar lebih baik. Perilaku - perilaku agung ini dapat dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal terkecil yang bisa kita lakukan secara berkesinambungan dan mulai dari sekarang.

Fasilitator yang memandu program KINSANI: The 8th Habit adalah Nugroho Supangat - Managing Partner Dunamis Organization Services, Pardamean Harahap - Professional Resources Dunamis Organization Services dan DR Denny Turner - Professional Resources Dunamis Organization Services.

Gali, kembangkan dan asah Anugerah Insani Anda. Bergabunglah untuk mengubah Indonesia!